Untuk yang pertama dan yang paling utama, saya harus sangat meminta maaf kepada sobat-sobat pembaca setia FC karena saya baru bisa menulis post sekarang. Sekali lagi harap dimaklumi, karena berbagai hal ini, itu, tetek bengek, segala macem membuat saya benar-benar baru mempunyai waktu sekarang untuk menulis post. Saya harap sobat-sobat masih tetap setia menunggu postingan FC meskipun saya tahu menunggu itu memang tidak mudah, kawan (baper detected :v).
Oke, mari kita langsung ke pokok pembahasan. Mohon maaf apakah judul "Finally, AMD!!!" dirasa tepat? karena jujur saya bingung mau kasih judul apa nih post. Karena saya begitu excited (semoga ejaannya benar :v) dengan kehadiran Ryzen hingga kalimat pertama yang muncul di otak saya adalah "Finally, AMD!!!".
Saya tidak akan membahas bagaimana performa dari AMD Ryzen disini karena itu sudah sangat-sangat terlambat dan saya yakin sobat sudah membaca atau menonton di situs lain atau justru sobat sudah mencobanya secara langsung?
Kita bahas terlebih dahulu bagaimana upaya AMD melawan Intel sebelum Ryzen diluncurkan. Kita semua mengenal AMD FX Series sebagai prosesor tertinggi dari AMD untuk bersaing dengan Core i7-nya Intel. Dan hasilnya? Tidak ada yang benar-benar membuat fans AMD seperti saya ini tersenyum selain satu kenyataan bahwa harganya lebih murah. Ya, semua orang tahu itu. Sayangnya selama hampir 5 tahun terakhir itu tidaklah cukup. Setidaknya menurut pengamatan saya, dan mohon dikoreksi jika saya salah.
AMD seperti tak melakukan perlawanan yang berarti untuk mendobrak kedigdayaan Intel. Dan itu membuat Intel memasang harga seenak mereka untuk seri-seri prosesor mereka karena Intel tahu prosesor-prosesor Intel tetap akan dijadikan pilihan utama.
Kabar bahwa AMD mengembangkan "ZEN" pun tidak membuat fans AMD seperti saya cukup antusias. Kala itu saya menganggap AMD hanya mengembangkan arsitektur baru dengan performa yang mungkin saja tidak terlalu mengalami banyak peningkatan.
Dan, akhirnya RYZEN. AMD akhirnya meluncurkan prosesor yang benar-benar bisa bersaing dengan Intel baik itu dari sisi performa apalagi harga. Tentu sobat sudah membaca tentang review AMD Ryzen 7 1800X yang mampu mengimbangi bahkan dalam beberapa test mampu melebihi performa dari Intel Core i7-6900K, dengan selisih harga yang nyaris separuhnya (1800X: $499 VS 6900K: $1000+)! Finally, AMD.
Meskipun ada perdebatan dimana performa gaming 1800X masih kalah dari i7-6700K ataupun 7700K, tetapi ada juga yang membantah bahwa 6900K pun performa gamingnya masih kalah dari 6700K dan 7700K. Ya, harap dimaklumi karena masih ada segelintir orang yang menganggap Prosesor Kenceng=Gaming hingga melupakan aspek-aspek lainnya. Saya tidak akan masuk dan membahas perdebatan itu, karena ilmu saya sama sekali tidak cukup untuk itu.
Hal yang menarik adalah Ryzen bisa saja disambut antusias bukan hanya oleh fans AMD tetapi juga fans Intel. Kenapa? karena mau tidak mau Intel harus menurunkan harga prosesor mereka jika mereka tidak ingin diusik oleh Ryzen. Dan itu sudah terbukti. Sekarang coba sobat fikir. Bagaimana seseorang tidak tertarik membeli prosesor seharga $499 yang performanya bisa menyamai prosesor seharga $1000+ Dia membaca review tentang 1800X dan menyadari bahwa "oh, mengapa saya harus membeli 6900K yang semahal itu jika saya bisa mendapat performa yang sama di harga yang jauh lebih murah?"
Suka atau tidak, AMD Ryzen telah membuat persaingan menjadi tidak membosankan. Gebrakan AMD melalui Ryzen pada akhirnya membuat persaingan menjadi hidup dan ujung-ujungnya konsumen yang diuntungkan. Persaingan itu menguntungkan kita sebagai konsumen, kawan. Itu kata Jagat Review. Intel tidak bisa lagi memasang harga seenak mereka karena AMD sudah mempunyai solusi untuk melawannya.
So, saya akan menanti kehadiran Ryzen 5, Ryzen 3, dan sangat berharap Ryzen juga akan merambah ke notebook dimana masih sangat dikuasai Intel.
Oke,itu saja sobat yang bisa kita bahas kali ini. Ya, benar. Ini hanyalah opini saya dan saya sangat terbuka untuk berdiskusi dengan sobat-sobat apalagi untuk sobat yang memiliki pengetahuan lebih. Terimakasih telah membaca, semoga bermanfaat, dan sampai jumpa di tulisan FC selanjutnya.
Ketika dulu sobat mengenal komputer, mungkin sobat hanya mengetahui dua jenis VGA. Yaitu VGA Card add-on yang dibeli secara terpisah seperti Nvidia GeForce dan AMD Radeon (dulu ATI Radeon) dan VGA Card on-board. Keduanya jelas memiliki power performa yang berbeda. Dan sepertinya tak perlu saya jelaskan lagi perbedaannya.
Nah, sekitar tahun 2012 (kalau saya tidak salah), AMD memperkenalkan sebuah inovasi yang disebut APU (Accelerated Processing Unit). Yaitu teknologi yang menggabungkan CPU (Central Processing Unit) dan GPU (Graphics Processing Unit) dalam satu chip. Kami sudah membahas sedikit tentang teknologi AMD APU, dan sobat bisa membacanya disini.
AMD APU menurut pendapat saya pribadi, bisa dikatakan merupakan pelopor lahirnya IGP (Integrated Graphics Processing), dimana buat sobat yang mempunyai dana pas-pasan untuk merakit sebuah sistem PC, yang biasanya komponen yang paling memakan biaya adalah VGA Card Add-On, sobat bisa memilih APU yang menawarkan performa grafis yang tidak bisa dianggap remeh. AMD APU mampu menjalankan game-game casual kelas menengah tanpa sobat harus membeli VGA Add-On. Tentu saja game-game yang mampu dimainkan bukanlah game-game sekaliber kelas AAA, tetapi jika dibandingkan teknologi sebelumnya yang memakai VGA on-board, jelas APU mempunyai performa grafis lebih baik.
Sayangnya hingga sekarang masih banyak yang salah mengartikan atau lebih tepatnya salah memahai bahwa masih ada yang menganggap performa VGA integrated sama dengan VGA onboard. Dan ini yang menurut saya perlu dibahas.
Saya jelaskan terlebih dahulu tentand perbedaan diantara keduanya. Dulu, kenapa dinamakan VGA Onboard, itu karena chip VGA tersebut terletak di mainboard/motherboard. Nah, perbedaanya dengan VGA integrated adalah untuk VGA integrated chip VGA/GPU menyatu di dalam processor. Sebenarnya sistem dari keduanya hampir sama, dimana keduanya akan mengambil/memotong memori dari RAM untuk kebutuhan VRAM VGA onboard atau VGA integrated tersebut. Tetapi untuk power performanya jelas berbeda. Biar sobat paham dengan apa yang saya tulis, mending sobat tonton video dibawah ini dulu deh:
Dari video tersebut kita bisa tahu bahwa performa dari VGA integrated yang dalam APU AMD A10 tersebut bisa melebihi performa dari Nvidia GeForce GT710. Sampai pada bagian ini saja kita bisa tahu bahwa sebenarnya performa dari VGA integrated generasi sekarang, bisa menyamai atau bahkan melebihi performa dari VGA ADD-ON. Saya tekankan sekali lagi, VGA ADD-ON bukan VGA ON-BOARD.
Kenapa saya membahas ini? apakah lagi-lagi saya mempromosikan AMD? Tidak, tidak. Buka itu maksud saya. Karena IGP dari prosesor Intel generasi ke-6 (Skylake) pun juga saat ini tidak bisa dianggap remeh. Saya hanya ingin berbagi info dan sedikit dari apa yang saya tahu. Jika ada kesalahan dari apa yang saya tulis, mohon dengan sangat untuk sobat-sobat pembaca setia blog FC ini untuk menyampaikan koreksi/kritiknya di kolom komentar.
Semoga bermanfaat :)
Sekuel dari keluarga Zenfone akhirnya mendarat di Indonesia. Meskipun lagi-lagi penulis harus minta maaf karena mungkin kalian sudah membaca reviewnya di banyak situs, tetapi tetap saja tidak mengehentikan niat penulis untuk menyuguhkannya kepada pembaca setia FC. Urusan mau kalian baca atau kagak ya terserah sobat, kan ;)
Oke mari kita mulai
Desain
Desain dari Zenfone 3 sangat berbeda dari seri-seri Zenfone yang pernah ada. Banyak yang bilang jika dilihat dari depan, desain dari Zenfone 3 akan terlihat mirip dengan iPhone. Tetapi jika dilihat dari belakang, identik dengan seri Samsung Galaxy A-Series. Apapun itu, secara umum penulis lebih menyukai desain Zenfone 3 daripada seri-seri Zenfone yang pernah keluar.
Zenfone 3 menggunakan material metal. Jika dilihat dari belakang, akan tampak ciri khas dari Zenfone yang bisa sobat lihat sendiri seperti pada gambar. Kamera utama tampak menonjol. Akan terasa aneh saat ponsel diletakkan dalam posisi terlentang. Sobat tak perlu khawatir. Kamera belakang Zenfone 3 sudah dibekali pelindung untuk mencegah adanya goresan. Zenfone 3 menggunakan konsep unibody. Jadi sobat tidak akan bisa membuka casing belakang Zenfone 3. Untuk memasukkan SIM dan Micro SD, melalui sebelah kiri ponsel. Ponsel ini juga sudah menggunakan konektivitas USB 3.1 Type C yang ada di bagian bawah ponsel.
Spesifikasi
Zenfone 3 ZE520KL menggunakan dapur pacu SoC Snapdragon 625 Octa-Core. Penggunaan SoC Snapdragon akan membuat Zenfone 3 tidak sepanas Zenfone 2 yang menggunakan prosesor Intel. Bahkan di banyak review yang penulis baca, panas yang dihasilkan Zenfone 3 masih dalam tahap sangat wajar sama halnya smartphone-smartphone lain yang menggunakan Quallcom Snapdragon. Jadi, hilangkan mindset "panas" yang ada di kepala sobat saat mendengar Zenfone.
SoC Snapdragon 625 akan dibantu dengan RAM sebesar 3GB. Menurut pendapat penulis pribadi, penggunaan RAM 3 GB masih tergolong cukup untuk penggunaan di era sekarang. Hanya saja Zenfone 3 masih dibekali dengan aplikasi-aplikasi bawaan yang lumayan banyak, sehingga sedikit banyak akan mempengaruhi kinerja ponsel. Sobat yang tidak membutuhkannya bisa langsung menghapusnya.
ZE520KL memiliki bentang layar 5,2" dengan resolusi Full HD. Layar Zenfone 3 juga sudah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 3 yang membuatnya aman dari goresan-goresan kecil. Sistem operasi yang digunakan adalah Android 6.1 Marshmallow dengan UI khas Zenfone, ZenUI. Satu kelebihan dari ZenUI adalah begitu dalamnya kustomisasi yang disediakan oleh Asus. Sobat bisa mendownload ratusan tema lainnya jika merasa sudah bosan dengan tema yang ada. Dan kustomisasi tidak hanya terbatas pada backgroun atau tampilan, tetapi juga sampai pada bentuk ikon, dan lain sebagainya.
Kamera utama Zenfone 3 ZE520KL memiliki resolusi 16MP. Dan untuk kamera depannya memiliki resolusi 8MP. Asus menyematkan teknologi TriTech AutoFocus agar kamera bisa menangkap dan mengunci fokus dengan lebih cepat. Sayangnya penulis tak mempunyai kesempatan untuk mencoba kamera ZE520KL ini. Melalui berbagai review yang penulis baca, hasil dari kamera Zenfone 3 ini masih dibawah kamera-kamera smarphone kelas premium, seperti LG G4/G5 atau Samsung Galaxy S/Note Series. Well, itu bisa dimaklumi karena harga Zenfone 3 ZE520KL juga lebih terjangkau.
Kesimpulan
Secara umum, Zenfone 3 (ZE520KL) adalah produk yang cukup bagus di rentang harga 4 Jutaan. Memang masih ada beberapa kekurangan seperti paket penjualan yang ternyata Asus masih tergolong 'pelit', ataupun kualitas kamera yang seharusnya bisa lebih baik lagi. Tetapi secara umum Zenfone 3 (ZE520KL) patut sobat jadikan bahan pertimbangan.
Oke, mungkin ini sangat terlambat. Karena maaf , penulis baru mempunyai waktu untuk kembali menyapa sobat-sobat dengan tulisan-tulisan kami. Pertama, kami benar-benar minta maaf.
Langsung saja ke pokok pembahasan. Beberapa waktu lalu saat kami mendengar kabar bahwa Samsung melakukan recall terhadap produk yang seharusnya menjadi senjata mereka saat ini, Galaxy Note 7, jujur saat itu yang ada di fikiran kami adalah: "Itu adalah hal yang wajar". Ada sesuatu yang salah, dan Samsung segera melakukan recall untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Done! Masalah Selesai. Ya, awalnya kami kira sesimpel itu.
Tetapi saat hari beberapa hari ini kami membuka berbagai situs teknologi, kami sangat terkejut mendengar kabar bahwa Samsung menghentikan secara permanen produksi Galaxy Note 7. Kami tidak punya waktu membahas secara detail, tetapi sobat bisa membaca dari berbagai link dibawah ini:
Rest in Peace Galaxy Note 7 [DetikInet]
Tamatnya Note 7 Bisa Rugikan Samsung Rp 221 Triliun? [DetikInet]
Beban Teramat Berat Ditanggung Galaxy S8 [DetikInet]
Penjualan Dihentikan Samsung Himbau "Stop Gunakan Galaxy Note 7" [Jagat Gadget]
Dari deretan berita yang kami baca diatas, satu pertanyaan di benak kami dan mungkin juga di benak sobat, What the hell is happened, Samsung?
Jelas sekali bahwa kejadian ini bisa berdampak sangat panjang bagi Samsung. Kerugian? tidak, tidak. Samsung bisa dengan mudah menutupi kerugian yang diakibat Note 7 dari produk-produk lainnya. Tetapi reputasi. Berani bertaruh jika kelak Samsung meluncurkan Galaxy S8, satu pertanyaan sama yang ada di kepala orang-orang sebelum membeli S8 adalah: "Apakah produk ini aman?"
Jadi benar sekali apa yang dituliskan oleh DetikInet bahwa Galaxy S8 menanggung beban yang teramat sangat berat. Samsung jelas tak akan membiarkan hal yang sama terjadi pada Galaxy S8, tetapi adanya kejadian ini mungkin akan sedikit menahan orang untuk membeli S8 sampai mereka yakin bahwa kesalahan yang sama tidak akan terjadi pada S8.
So, dengan gagal totalnya Galaxy Note 7? kami akan mengulang pertanyaan kami, WHAT THE HELL IS HAPPENED, SAMSUNG?
Mungkin memang menjadi sifat natural manusia yang tidak pernah buas. Setelah kami dibuat takjub dengan performa yang ditawarkan GeForce GTX 1080, kali ini Nvidia justru 'membangkitkan' kembali Titan.
Bagi sobat yang sudah banting tulang untuk mendapatkan GeForce GTX 1080 dan sempat bangga bahwa sobat mempunyai VGA card tercepat yang mampu mengalahkan Titan, sepertinya sobat akan kecewa dengan kelahiran Titan X generasi Pascal langsung mengambil alih tahta raja VGA dan tanpa ragu lagi kami yakin bahwa Titan X Pascal adalah VGA card single paling cepat sampai saat ini.
Ya, Nvidia baru saja mengumumkan GeForce GTX Titan X yang hadir dengan basis arsitektur pascal. Sepeti yang kami kutip dari situs Jagat Review, GeForce GTX Titan X Pascal ini akan dibekali dengan chip GPU GP102 yang
dibuat melalui proses pabrikasi 16 nm seperti GPU Pascal lainnya dan
memiliki 12 Miliar transistor, lebih besar dari transistor pada GP104
yang berada di angka 7,2 Milyar.
GeForce GTX Titan akan berjalan pada base clock 1417 MHz dengan Boost Clock 1531 MHz. Namun GTX Titan X Pascal kali ini masih belum menggunakan tipe memori HBM2, tetapi menggunakan memory 12GB GDDR5X berkecepatan 10 Gbps dengan antar muka 384-bit.
Dengan TDP rate di angka 250 Watt, graphic card ini memerlukan sepasang
konektor daya PCI-E 8-pin dan 6-pin untuk dapat beroperasi. Menariknya,
TX Titan X Pascal didaulat dapat menghasilkan tenaga hingga 11 TFLOPS,
yang artinya akan menjadikan graphic card ini sebagai graphic card
tunggal tercepat. NVIDIA mengklaim Titan X Pascal ini adalah GPU
terbesar yang pernah dibuat dan performanya 60 persen lebih cepat dari
Titan X generasi sebelumnya dan 3x lebih cepat ketimbang GTX Titan.
Kami tak tahu lagi harus berkomentar bagaimana. Yang jelas, sobat harus menyiapkan dana sekitar Rp 20 Jutaan jika sobat berniat memboyong GeForce GTX Titan X ini. Dan tidak hanya itu, sobat juga harus mempunyai sebuah sistem yang mampu mengimbangi buasnya performa Titan X ini.
Nividia Umumkan Kehadiran GeForce GTX Titan X Pascal!
Posted by FakhriComputindo on Saturday, July 23, 2016
Tanggal 29 Juni kemarin, AMD secara resmi meluncurkan VGA card terbarunya yang berbasis arsitektur Polaris ke pasaran. Ya, kami sedang membicarakan hype yang tengah terjadi saat ini khususnya di kalangan gamers. Kehadiran AMD Radeon RX 480 disebut-sebut sebagai THE BEST VALUE setidaknya hingga sampai saat ini. Dimana performa dari RX 480 akan head-to-head dengan GeForce GTX970 yg jelas harganya lebih mahal, tapi dalam beberapa kesempatan si RX 480 ini mampu mengungguli GTX 970.
Ulasan kami kali ini kami ambil dari Review dan Play Test lagi-lagi dari situs Jagat Review. Dan kami harus berterimakasih untuk itu karena jujur, kami nyaris mustahil untuk menjajal RX 480 secara langsung. Oke langsung ke topik utama...
Kami menampilkan hasil benchmark menggunakan aplikasi 3D Mark dan Unigine Heaven yang dilakukan oleh tim Jagat Review. Dan saat melakukan pengujian, tim Jagat Review menggunakan spesifikasi PC sebagai berikut:
Proceessor: Intel Core i7-5960X @4.0 GHz 1,25vMotherboard: Gigabyte X99 SOC-Force
VGA Card: AMD Radeon RX 480 8GB GDDR5/ AMD Radeon R9 300/ Nvidia GeForce GTX 10 Series/ GTX900/GTX 700
RAM: 4x4 Kingston Fury DDR4 (@2133MHz)
Storage 2x Kinsgton HyperX Fury 240GB
PSU: Corsair AX1200
CPU Cooler: Corsair H100
Display: ASUS Monitor 4K @3480 x 2160 pixels
Input: Generic Keyboard and Mouse
OS: Windows 10 Pro
Driver:
Crimson: 16.3 I 16.3.1| 16.6.2
Forceware: 368,39 WHQL
Berikut adalah spesifikasi dari RX 480 dibandingkan dengan R9 380X, R9 380, dan R9 390X
Hasil Benchmark
3D Mark Fire Strike
3D Mark Fire Strike Extreme
Unigine Heaven
Gaming Test
Battlefield 4
The Division
FarCry 4
The Witcher 3
Konsumsi Daya
Untuk pasokan daya, AMD Radeon RX 480 cukup menjanjikan.
Performance/Watt yang ditawarkan graphic card ini jelas JAUH lebih baik
ketimbang para pendahulunya, seperti R9 390X. Meski demikian, kartu
grafis Nvidia yang berbasis proses 28nm yakni GTX 970 dan GTX 980
memiliki konsumsi daya serupa. AMD sudah memperbaiki konsumsi daya
mereka dengan FinFET 14nm, namun kami berharap efisiensi daya di 14nm
bisa ditingkatkan lebih jauh lagi di generasi-generasi berikutnya.
Kesimpulan
"THE NEW BEST VALUE". Betapa dengan harga sekitar $329 (untuk versi 8GB) sobat sudah bisa mendapatkan kartu grafis dengan performa setara dengan GTX 970, yang jelas mempunyai harga lebih mahal. Banyak situs review yang menyebutkan bahwa sampai saat ini, Tidak ada satu kartu grafis manapun di kelas harga $329 yang performanya menyamai Radeon RX 480. Hal lain yang cukup menggembirakan adalah bagaimana AMD mampu memperbaiki konsumsi daya VGA ini secara signifikan jika dibandingkan dengan VGA-VGA card AMD sebelumnya. Mengingat selama ini kartu grafis AMD dikenal dengan performanya yang tinggi, namun tinggi pula konsumsi dayanya, dengan apa yang ditawarkan oleh Radeon RX 480, membuat kami harus memberikan apresiasi kepada AMD. Jelas RX 480 bukanlah tandingan untuk GTX 1080, namun dengan konfigurasi Crossfire performa RX 480 setidaknya bisa mengimbangi dan bahkan pada beberapa kesempatan mampu mengungguli GTX 1080.
Pertama-tama, Segenap Team FC mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1437H, bagi sobat techno yang menjalankan. Oke-oke, kami tahu. Itu sudah sangat terlambat. But is that problems? Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kata-kata basi? Memang. Ya, harap dimaklumi team kami yang sok sibuk dengan urusan sendiri ini.
Kali ini kami akan membahas satu topik yang hari ini ramai diperbincangkan dan diperdebatkan. Tentang desakan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk memblokir YouTube dan Google karena dianggap banyak memberikan konten negatif. Bagi sobat yang ketinggalan beritanya karena saking semangatnya menyantap sahur, sobat bisa baca beritanya di link berikut ini
Konten negatif di internet memang bagai rumput. Dipangkas, nantinya tumbuh lagi. Diblokir 100 situs, 300 situs baru bermunculan. Selalu seperti itu. Tetapi pendapat salah satu anggota ICMI di berita tersebut sungguh benar-benar menguji ibadah puasa sobat. Dalam hal ini, emosi. Konten negatif di internet memang ada. Oke, bukan ada tetapi banyak. Masih belum terima? baiklah begitu bertebaran banyak sekali. Enggak efektif? terserah sobat saja lah :)
Tetapi bayangkan jika Google dan YouTube diblokir. Maksud kami benar-benar diblokir. Bayangkan jika satu waktu sobat sedang mengerjakan tugas kuliah/sekolah dan sobat hanya menemukannya di internet, dan ketika sobat membuka Google, justru yang keluar adalah tampilan seperti dibawah ini:
Kami yakin sobat akan benar-benar jengkel menghadapi kenyataan seperti itu. Kami memang bukanlah orang-orang alim yang tak pernah membuka situs negatif di internet, tetapi kami mendapatkan banyak ilmu yang sangat bermanfaat di internet.
Hal ini bisa diibaratkan, jika sobat mempunyai ladang tanaman, dan salah satu tanaman itu terkena hama, akankah sobat membakar habis dan melenyapkan seisi ladang sobat tersebut? Sekarang lihatlah. Google dan Kementerian Informasi Indonesia sudah sedemikian keras berusaha memfilter konten-konten yang tersebar di YouTube maupun Google. Tetapi jika kreator konten-konten negatif tersebut tetap ada, konten-konten negatif akan selalu bermunculan
Sekarangm mungkin baiknya jangan saling menjudge dan saling menyalahkan. Sederhana saja. Jika Anda membuka konten negatif, yang sebenarnya harus Anda tanyakan adalah Anda sendiri bagaimana bisa membuka konten negatfi. Jika anak Anda yang membuka konten negatif, tanyakan kepada diri Anda bagaimana Anda mendidik Anda.
Kami bukannya setuju dengan adanya konten negatif, tetapi lebih kepada banyak informasi-informasi dan ilmu yang bisa didapatkan dari internet. Memblokir sama sekali bukan solusi. Selain memfilter, pendidikan moral dan pendidikan tentang internet sehat adalah hal-hal yang kami yakin lebih tepat untuk dilakukan. Jika sobat ada yang kurang sependapat,monggo kami tunggu pendapat sobat di kolom komentar :) Berdiskusi itu indah, kawan.
















