Apa yang sobat fikirkan pertama kali ketika mempunyai uang sekitar Rp 80 Juta-an? Apapun itu saya yakin membeli sebuah laptop dengan harga segitu sama sekali tidak terlintas di fikiran sobat. Hal itu juga yang membuat saya bertanya-tanya mengapa Asus begitu nekat memboyong ROG GX700 ke Indonesia. Karena gamer berat yang sanggup membeli notebook ini sekalipun tentu akan lebih memilih platform PC daripada membeli GX700.
Bagaimanapun juga, GX700 berhasil menarik perhatian gamers seisi planet ini. Notebook pertama yang menggunakan sistem water cooling tentunya membuat notebook ini menjadi calon notebook gaming terbaik tahun ini. Lantas apa saja keunggulan notebook ini? Mari kita tengok :)
Bukan Tas tapi Koper?
Kemarin saya sempat 'jalan-jalan' ke situs JagatReview dan saya cukup tertarik dengan artikel unboxing ROG GX700.
Ya, Asus memberikan koper untuk membungkus semua paket penjualan GX700, yang akan sukses membuat sobat lebih terlihat seperti orang yang akan bepergian jauh daripada membawa sebuah notebook :)
Gambar diatas adalah contoh ketika koper GX700 dibuka. Unit notebook GX700, Sistem Water Cooling, Headset Asus Strix, Adaptor berukuran besar, kabel power dan 1 unit mouse gaming Asus ROG. Wajar memang jika paket penjualan sebanyak itu harus dimasukkan kedalam 1 buah koper. Dan seperti inilah ketika seisi koper dikeluarkan.
Spesifikasi King Oil
ROG GX700 menggunakan prosesor Core i7 6820HK (Base 2,6 GHz | Turbo 3,7 GHz) yang dapat di dongkrak performanya hingga clock speed 4,1
GHz. Sementara itu untuk unit pengolah grafis ASUS ROG GX700
menggunakan graphics card notebook/laptop paling kencang dimuka bumi
yaitu GeForce GTX 980 8 GB GDDR5. Untuk memori notebook/laptop gaming ini mendukung kapasitas hingga 64 GB dengan kecepatan mencapai 2800 MHz. Komponen storage SSD NVMe (PCIe 3.0 x4) dengan kapasitas 512 GB juga digunakan untuk memastikan performa sistem lebih optimal dan responsivitas sistem terbaik. Tidak sampai disitu saja, untuk menjamin pengalaman bermain maksimal,
ASUS ROG GX700 menggunakan layar LCD LED IPS 1920 x 1080 piksel dengan
teknologi NVIDIA G-SYNC. Alhasil game dapat ditampilkan dengan sempurna tanpa gejala image tearing, stutter, dan input lag. Lagi-lagi saya nyomot dari JagatReview
Yang jadi pertanyaan saya adalah dengan spesifikasi seganas itu, harusnya notebook ini bisa melibas game-game dengan resolusi 4K sekalipun. Entah mengapa Asus lebih memilih resolusi Full HD daripada 4K.
Seperti yang sudah saya bahas diatas, GX700 menggunakan water cooling sebagai sistem pendinginnya. Membuat notebook ini memiliki gelar notebook pertama yang menggunakan sistem pendingin water cooling. Dengan sistem pendingin ini, tentunya sobat bisa mengupgrade kemampuan Core i7 6820HK dengan melakukan overclocking. Sistem pendingn GX700 berbentuk docking. Jadi ketika notebook dilepas dari dock water cooling-nya, maka GX700 akan menggunakan air cooling biasa, dan tentunya tidak bisa di overclock.
Untuk sobat yang benar-benar ingin membeli notebook ini, sobat bisa membelinya di Asus Store Indonesia seharga Rp. 79.999.000,-. Dengan harga segitu, sobat akan mendapatkan bonus berupa Mouse ROG SICA, Heatset Strix 7.1, Jersey ROG, ROG GX700 Suit Case dan Premium certificate of ROG GX700 yang menandakan bahwa Anda salah satu dari pemilik perangkat ini yang hanya diproduksi terbatas.
Bagaimana tanggapan sobat? Jangen males-males komen ya sob ;)
Asus ROG GX700: Notebook dengan Liquid Cooling 80 Jutaan?
Posted by FakhriComputindo on Friday, April 15, 2016
Di jaman sekarang ini, kebutuhan akan notebook/laptop tampaknya masih lumayan tinggi. Padahal ketika booming perangkat tablet, banyak yang memprediksi era laptop akan segera berakhir. Kenyataannya sekarang justru tablet yang penjualannya semakin melempem.
Kebanyakan orang yang ingin membeli notebook, tentu mereka tidak ingin menggunakannya hanya untuk berkerja atau membantu menyelesaikan tugas kuliah. Diluar itu pasti ada kebutuhan multimedia dan gaming yang mau enggak mau harus terpenuhi setidaknya untuk mengusir penat karena tugas kuliah atau karena deadline kerjaan.
Melihat hal tersebut, kami tertarik untuk sedikit mengulas laptop HP 14-AF118AU. Laptop ini sudah dibekali dengan prosesor AMD A8-7410 dari keluarga Carizzo. Seperti apa kemampuan laptop ini, mari kita simak:
Desain
Hampir tidak ada yang istimewa dari bentuk notebook ini. Masih seperti kebanyakan notebook HP di rentang harga 3 Jutaan. AF118AU mempunyai bentang layar 14" dengan resolusi 1366x768 piksel.
Berbagai port seperti 2x slot USB 2.0, slot HDMI dan VGA di sisi kiri. Sementara di sisi kanan sobat akan menemukan 1 buah slot USB 3.0 dan optical drive DVD-RW.
Keyboard AF118AU tergolong nyaman untuk mengetik. Sementara ukuran touchpadnya juga tak terlalu besar ataupun terlalu kecil semuanya masih dalam batas nyaman.
Untuk material yang digunakan, HP menggunakan material plastik untuk membungkus laptop ini. Meski begitu, tidak aka kesan ringkih saat menggunakan AF118AU.
Performa dan Spesifikasi
AF118AU menggunakan dapur pacu AMD A8 7410 dari keluarga Carizzo. Di dalam prosesor ini, sudah tertanam IGP AMD Radeon R5 dengan VRAM 512MB. Prosesor ini berjalan di clock speed 2.2GHz sampai 2.5GHz ketika dibutuhkan. HP membenamkan RAM 4GB. Pilihan yang kami rasa tepat untuk prosesor jenis APU. Masih belum dipastikan apakah notebook ini menyediakan 2 slot dan dukungan dengan RAM dual channel. Perlu review yang lebih mendalam lagi untuk membuktikannya.
Mengenai performanya, AMD sudah melakukan review dengan menjalankan beberapa game seperti Grid Autosport, Lego Batman, Left 4 Dead 2, dll yang bisa sobat baca disini
Kami mencoba menjalankan PES 2016 dengan settingan high reslosui 1366x768 pada notebook ini. Tanpa menggunakan pengukur fps, kami menyimpulkan bahwa memainkan PES 2016 dengan setingan rata kanan di AF118AU bukanlah pilihan yang bijak. Kami lantas menurunkannya ke settingan medium dengan resolusi yang sama. Game masih bisa dimainkan meski terkadang ada beberapa lag yang menurut kami lumayan mengganggu. Game baru bisa berjalan benar-benar lancar ketika kami memakai settingan low.
Meskipun pada review di situs AMD notebook ini mampu menjalankan beberapa game yang tergolong berat, kami merekomendasikan agar sobat memilih game yang tepat untuk notebook ini. Well, dengan harga dibawah 4 Juta, memang kita tak bisa berharap terlalu tinggi untuk notebook ini.
Kesimpulan
Dengan harga sekitar Rp 3,9 juta, notebok ini akan berhadapan langsung dengan Lenovo G40-45. AF118AU bisa lebih unggun sedikit karena sudah menggunakan A8-7410, sementara G40-45 masih menggunakan A8-6410. Untuk performa secara keseluruhan, kami merekomendasikan notebook ini untuk sobat yang banyak berhubungan dengan Corel, Photoshop, Ilustrator, dan aplikasi desain grafis lainnya. Sementara kemampuan gaming notebook ini ya bisa dibilang bolehlah untuk ukuran laptop dibawah 4 Juta, meskipun kami tetap tidak merekomendasikan notebook ini untuk sobat yang berjiwa gamers.
Baru kemarin kami memposting tentang era game bajakan yang diprediksi akan segera berakhir, beberapa hari yang lalu kami mendapat kabar yang mengejutkan (menyenangkan lebih tepatnya bagi para gamer non-ori a.k.a bajakan seperti penulis). Apakah itu? berikut berita yang kami dapat dari situs Jagat Review
Ini mungkin menjadi situasi paling membingungkan yang tengah terjadi di industri game saat ini. Bagaimana tidak? Kita semua mengerti bahwa Denuvo sudah membuktikan diri sebagai sistem anti-bajakan mumpuni yang berhasil menjaga beberapa judul game seperti FIFA 16, Just Cause 3, dan Rise of the Tomb Raider tetap bertahan original bahkan hingga berita ini ditulis. Kebingungan justru bersumber dari 3DM – kelompok peretas asal China yang selama ini memang dikenal sebagai “ujung tombak” proses pembobolan Denuvo. Setelah sempat mengungkapkan kekhawatiran bahwa game akan menjadi sulit diretas hingga 2 tahun ke depan, mereka juga sempat mengumumkan penarikan diri dari proses bajak-membajak beberapa waktu yang lalu. Mereka hendak vakum 1 tahun, dengan alasan untuk melakukan eksperimen soal efek pembajakan pada penjualan game original.
Hal ini sempat diungkapkan Bird Sister – pemimpin kelompok 3DM sendiri via forum resmi mereka. Pengumuman yang tentu saja membuat banyak gamer yang masih mengandalkan pembajakan, khawatir. Hampir semua respon yang mengemuka di dunia maya berakhir tak percaya dengan alasan eksperimen yang diungkapkan oleh 3DM. Sebagian besar menyakini bahwa satu-satunya alasan 3DM mundur dari dunia pembajakan hanyalah karena fakta bahwa Denuvo sudah terlalu tangguh untuk mereka tundukkan. Ini bukan eksperimen, ini adalah sebuah langkah pernyataan kekalahan.
Respon ini juga lah yang membuat Bird Sister “mengamuk”. Lewat post forum mereka yang terbaru, Bird Sister menyatakan bahwa 3DM tak jadi vakum dan kini aktif kembali. 3DM mengklaim bahwa mereka akan segera merilis sebuah solusi baru untuk enkripsi yang sudah dilakukan Denuvo di tiga game yang kami sebutkan di atas dalam waktu dekat! Bird Sister menyebut bahwa hal ini mereka lakukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa mereka bukan mundur karena mereka tidak mampu dan menyerah karena hal tersebut. Namun satu yang menarik, jika crack ini sudah tersedia kepada umum, 3DM tak akan mengklaim apapun darinya karena mereka tak ingin menarik terlalu banyak perhatian.
Yeah, You can do it, 3DM. Oooppss.....
Sumber: Jagat Review
Merasa Tersinggung, 3DM Nyatakan Akan Kembali Melawan Denuvo
Posted by FakhriComputindo on Saturday, February 20, 2016
Hingga akhirnya datanglah Denuvo. Sebuah mimpi buruk bagi sobat-sobat (lagi-lagi termasuk saya) karena Denuvo berhasil membuat sistem anti bajakan yang benar-benar membuat tim sekelas 3DM nyaris angkat tangan.
Denuvo menjadi sebuah sistem anti bajakan yang paling 'mengerikan' sejauh ini. Memang beberapa waktu lalu cracker berhasil membobol sistem pertahanan Denuvo. Bukannya tumbang, Denuvo justru bangkit dan bahkan sistemnya semakin rumit ditembus, hingga nyaris mencapai titik mustahil. Sebagai buktinya? Salah satu game open-world popule dari Avalanche Studios dan Square Enix – Just Cause 3 hingga saat ini masih belum bisa dibajak dan tersedia crack untuk versi PC-nya. Just Cause 3 menggunakan Denuvo sebagai sistem pertahanan anti bajakannya dan berhasil membuat tim sekelas 3DM diambang batas menyerah.
| Just Cause 3 Menjadi Tantangan Baru untuk Tim 3DM |
Dalam blog resminnya sendiri, penemu forum 3DM bernama kode “Bird Sister” mengungkapkan rasa frustasinya ketika berusaha membobol Just Cause 3. Satu bulan sejak ia dirillis dengan crack yang belum memperlihatkan batang hidungnya, Bird Sister mengaku bahwa Just Cause 3 PC benar-benar sebuah tantangan yang sulit. Tahap terakhir untuk membobol game yang satu ini disebut begitu kompleks hingga cukup untuk membuat tim inti 3DM hampir menyerah. Namun untungnya, Bird Sister berhasil menyemangati mereka kembali untuk terus berjuang.
Jika sobat tak kenal apa itu game Just Cause 3, bagaimana dengan Fifa 16? sampai detik ini, versi crack dari Fifa 16 juga belum menunjukkan hal yang menggembirakan (khususnya untuk gamer bajakan).
Satu hal yang menarik, terlepas dari statusnya sebagai tim peretas ternama, Bird Sister melihat Just Cause 3 adalah awal dari sebuah tren yang mengkhawatirkan untuk scene game bajakan itu sendiri. Walaupun ia optimis bisa membobol Just Cause 3, Bird Sister merasa bahwa game-game yang akan dirilis dalam dua tahun ke depan tak akan bisa dibajak lagi. Alasannya? Karena tren teknologi enkripsi yang ditunjukkan industri game saat ini benar-benar akan membuat proses peretasan setiap darinya semakin sulit dan sulit. Hingga semuanya akan berakhir pada titik dimana tim peretas tak bisa lagi melakukannya atau akan butuh waktu yang sangat lama.
Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi para developer game. Karena usaha keras, jerih payah, dan biaya yang mereka keluarkan tidak akan lagi bisa di crack begitu saja. Dan untuk gamer, kami tak percaya akan mengatakan ini. Tetapi, kami sarankan sobat berlatih menabung untuk membeli game secara original. Melihat pertempuran antara Denuvo melawan cracker saat ini, cukup sulit untuk memiliki rasa optimisme bahwa kita akan bisa memainkan game-game luar biasa tanpa harus membelinya.
Sumber: Jagat Review
Era Game PC Bajakan Diprediksi Akan Segera Berakhir
Posted by FakhriComputindo on Sunday, February 14, 2016
Berbeda dengan pasar PC yang semakin layu, pasar notebook terlihat masih stabil. Setidaknya penjualan notebook tidak separah PC. Masih banyak yang membutuhkan notebook untuk membantu menyelesaikan pekerjaan, atau hanya sekedar untuk multimedia atau gaming. Masyarakat seolah menyadari, bahwa tablet tidak sehebat yang mereka fikirkan pertama kali.
Pada kesempatan ini, FC akan sedikit mengulas salah satu notebook yang menarik perhatian kami. Lenovo B40-80. Notebook ini dibekali dengan prosesor Intel Core i3 generasi ke-4 a.k.a Haswell. Menariknya Lenovo memadukan kekuatan Intel Core i3 4005U dengan VGA discrete AMD Radeon R5. Bagaimana performanya? mari kita simak.
Desain
Jika dilihat dari desainnya tidak ada yang istimewa dari notebook ini. Masih dengan desain konvensional seperti kebanyakan notebook Lenovo dengan ciri khas warna hitamnya. Satu-satunya hal yang menarik perhatian kami adalah kehadiran sensor fingerprint. Satu hal yang sudah lama tidak tampak di notebook. Selain itu, tentu sticker identitas jeroannya, dimana ada logo Intel Core i3 dan logo AMD Radeon Graphics berdampingan. Notebook ini menyediakan konektifitas yang cukup lengkap seperti 2xUSB 2.0 port+1xUSB 3.0 port, port HDMI, port VGA, jack audio 3,5mm, dan optical drive DVD-RW disebelah kanannya. Permukaannya terbuat dari plastik, dengan texstur yang agak licin.
Performa
Beralih ke performa. Dengan prosesor Intel Core i3-4005U, RAM 2GB, dan ditambah dengan discrete graphics AMD Radeon R5-M330 dengan memori VGA 2GB kami mencoba memainkan game PES 2016 yang berjalan dibawah sistem operasi Windows 10 64-bit.
Di settingan grafis tertinggi, kami merasakan sedikit lag meskipun tidak terlalu sering. PES 2016 baru bisa berjalan dengan benar-benar lancar di settingan medium dan resolusi tertinggi. Hal ini membuat kami sedikit beranggapan bahwa Lenovo B40-80 masih sedikit dibawah notebook-notebook laing yang menggunakan prosesor sama tetapi dipadukan dengan VGA dari nVidia GeForce GT940M misalnya. Karena di notebook Asus A455LF yang menggunakan prosesor Intel Core i3 dan discrete graphics nVidia GeForce GT940M 2GB kami bisa memainkan game PES 2016 di settingan grafis tertinggi dengan nyaman. Meskipun begitu, perbedaan harga yang lumayan mencolok antara keduanya membuat kami bisa memaklumi akan hal itu.
Sementara, fitur fingerprint di notebook ini, membuat sobat bisa menggunakan proteksi yang lebih aman. Namun, sobat harus mendownload sendiri baik itu driver fingerprint maupun driver-driver lainnya karena ternyata tidak disertakan CD driver.
Untuk kegunaan standar lain seperti menonton video, desain grafis ringan, dan pekerjaan-pekerjaan standard notebook ini bisa menanganinya dengan baik.
Kesimpulan
Lenovo B40-80 bisa dijadikan pilihan bagi Sobat yang tengah berburu notebook dengan kemampuan yang mumpuni tetapi memiliki budget terbatas. Notebook ini bisa dijadikan pilihan untuk Sobat yang memainkan game-game ringan sekedar mengusir kepenatan bekerja, atau bagi sobat yang berprofesi sebagai desainer grafis. Soal harga, di salah satu toko komputer di kota Jogja, sobat bisa membeli notebook ini dengan harga dibawah 5 juta saja.
Unknown
February 02, 2016
New Google SEO
Bandung, IndonesiaPada kesempatan ini, FC akan sedikit mengulas salah satu notebook yang menarik perhatian kami. Lenovo B40-80. Notebook ini dibekali dengan prosesor Intel Core i3 generasi ke-4 a.k.a Haswell. Menariknya Lenovo memadukan kekuatan Intel Core i3 4005U dengan VGA discrete AMD Radeon R5. Bagaimana performanya? mari kita simak.
Desain
Jika dilihat dari desainnya tidak ada yang istimewa dari notebook ini. Masih dengan desain konvensional seperti kebanyakan notebook Lenovo dengan ciri khas warna hitamnya. Satu-satunya hal yang menarik perhatian kami adalah kehadiran sensor fingerprint. Satu hal yang sudah lama tidak tampak di notebook. Selain itu, tentu sticker identitas jeroannya, dimana ada logo Intel Core i3 dan logo AMD Radeon Graphics berdampingan. Notebook ini menyediakan konektifitas yang cukup lengkap seperti 2xUSB 2.0 port+1xUSB 3.0 port, port HDMI, port VGA, jack audio 3,5mm, dan optical drive DVD-RW disebelah kanannya. Permukaannya terbuat dari plastik, dengan texstur yang agak licin.
Performa
Beralih ke performa. Dengan prosesor Intel Core i3-4005U, RAM 2GB, dan ditambah dengan discrete graphics AMD Radeon R5-M330 dengan memori VGA 2GB kami mencoba memainkan game PES 2016 yang berjalan dibawah sistem operasi Windows 10 64-bit.
Di settingan grafis tertinggi, kami merasakan sedikit lag meskipun tidak terlalu sering. PES 2016 baru bisa berjalan dengan benar-benar lancar di settingan medium dan resolusi tertinggi. Hal ini membuat kami sedikit beranggapan bahwa Lenovo B40-80 masih sedikit dibawah notebook-notebook laing yang menggunakan prosesor sama tetapi dipadukan dengan VGA dari nVidia GeForce GT940M misalnya. Karena di notebook Asus A455LF yang menggunakan prosesor Intel Core i3 dan discrete graphics nVidia GeForce GT940M 2GB kami bisa memainkan game PES 2016 di settingan grafis tertinggi dengan nyaman. Meskipun begitu, perbedaan harga yang lumayan mencolok antara keduanya membuat kami bisa memaklumi akan hal itu.
Sementara, fitur fingerprint di notebook ini, membuat sobat bisa menggunakan proteksi yang lebih aman. Namun, sobat harus mendownload sendiri baik itu driver fingerprint maupun driver-driver lainnya karena ternyata tidak disertakan CD driver.
Untuk kegunaan standar lain seperti menonton video, desain grafis ringan, dan pekerjaan-pekerjaan standard notebook ini bisa menanganinya dengan baik.
Kesimpulan
Lenovo B40-80 bisa dijadikan pilihan bagi Sobat yang tengah berburu notebook dengan kemampuan yang mumpuni tetapi memiliki budget terbatas. Notebook ini bisa dijadikan pilihan untuk Sobat yang memainkan game-game ringan sekedar mengusir kepenatan bekerja, atau bagi sobat yang berprofesi sebagai desainer grafis. Soal harga, di salah satu toko komputer di kota Jogja, sobat bisa membeli notebook ini dengan harga dibawah 5 juta saja.
Hay, Sobat Techno. Alhamdulillah kami bisa kembali menyempatkan waktu untuk menyapa pembaca setia FakhriComputindo dan tentunya memberikan info-info terkini seputar dunia teknologi yang semoga bermanfaat bagi sobat semua.
Oke, kali ini kami akan membahas tentang salah satu perangkat karya brand lokal, Axioo. Yeah, kami tahu. Mungkin yang pertama ada di fikiran sobat adalah: Mengapa harus Axioo? Apa hebatnya sih tuh brand? Enggak ada brand lain yang lebih baik dikit apa? Oke, oke. Kami akan menjawabnya. Lagi-lagi kami membahas tentang produk Axioo karena untuk yang satu ini, Axioo menghadirkan apa yang belum dihadirkan brand lain di Indonesia. Sebuah netbook hybrid/convertible dengan dual OS: Windows 8.1 + Android 4.4 Kitkat bernama Windroid 9G+.
DESAIN
Windroid 9G+ memiliki desain yang hampir sama dengan Acer One 10. Perangkat ini bisa menjadi tablet, sekaligus bisa menjadi netbook berkat docking keyboardnya. Windroid menggunakan magnet untuk mengunci tablet saat dipasang di keyboardnya. Sama seperti apa yang dilakukan Acer One 10. Penggunaan magnet tentu lebih simple daripada menggunakan model pengunci seperti pada Asus Transformer T100TAM.
Untuk material yang digunakan, terkesan begitu ringkih. Jauh berbeda saat memegang Acer One 10 yang terasa mantap. Well, perbedaan harga yang lumayan jauh tentu membuat perangkat ini lebih inferior. Sobat harus berhati-hati ketika memegang tablet ini karena kesan ringkih begitu terasa.
SPESIFIKASI
Windroid menggunakan prosesor Intel Atom QuadCore Z3735. Prosesor yang sama yang digunakan pada Acer One 10 dan Asus T100TAM. Prosesor tersebut masih ditemani dengan RAM 2GB. Sementara untuk penyimpanan, sangat mengecewakan. Karena Windroid hanya menggunakan penyimpanan internal sebesar 32GB, itupun terbagi dua untuk sistem Windows dan Android. Tentunya hal ini akan menyulitkan sobat ketikan ingin menginstall aplikasi tambahan ataupun menyimpan data. Opsi lainnya, sobat bisa menambahkan MicroSD external yang support sampai 128GB.
Untuk performanya sendiri, meskipun menggunakan prosesor yang sama dengan Acer One 10, kami tidak bisa mengatakan performanya sama. Terkadang, sistem mengalami hang dan lag. Ini hanya kami rasakan ketika kami menggunakan OS Windows 8.1. Sementara saat menggunakan Android, kami tidak menemui kendala yang berarti, mengingat spek Windroid 9G+ sudah sangat cukup untuk mejalankan sistem Android dengan mulus.
Pada saat sobat menyalakan Windroid, maka akan ada opsi untuk memilih OS Android atau Windows. Sementara untuk berpindah anatar OS, sobat harus me-reboot ulang Windroid. Aplikasi-aplikasi pihak ketiga sepeti AIMP, KMP, WinRAR, dsb berjalan dengan baik di OS Windows. Sementara sistem Android, banyak aplikasi-aplikasi dan game-game kelas menengah berjalan dengan baik.
Sementara untuk displaynya, Windroid memiliki layar 8,9". Dengan layar sebesar itu, sobat yang membutuhkan fleksibilitas tinggi, bisa membawanya dengan mudah. Sementara untuk sobat yang hobi nonton film, sepertinya layar sekecil itu kurang bersahabat.
KESIMPULAN
Pada dasarnya Windroid 9G+ adalah perangkat yang menarik. Mengingat Axioo berani membawa perangkat hybrid dual OS ke Indonesia. Satu hal yang belum dilakukan brand besar sekalipun. Dan itu terbukti menarik daya pikat konsumen di pameran CES 2015 yang dilaksanakan di Jogja kemarin, ada dua stand yang menawarkan live demo Windroid 9G+, yaiut stand Pitstop Computer da El's Computer. Cukup banyak konsumen yang penasaran dengan Windroid 9G+.
Satu hal yang belum bisa kami terima dari perangkat ini adalah keterbaasan internal storagenya yang hanya 32 GB. Kami sempat kesulitan menginstall berbagai macam aplikasi di Windows 8.1. Belum lagi jika sobat ingin menyimpan file-file hasil kerja sobat.
Mungkin Windroid memang diposisikan untuk sobat yang menggunakannya untuk kegiatan standard, seperti online di social media, mengetik, memutar musik, dsb. Dengan harga 2,9 jutaan, memang sobat tidak bisa berharap lebih dari perangkat ini.
Bagi sobat yang tinggal di Kota Jogja, sobat bisa mencoba perangkat ini di Windroid Zone di Jogjatronik Lt. 1 counter Pitstop Phone Center.
Unknown
November 13, 2015
New Google SEO
Bandung, IndonesiaOke, kali ini kami akan membahas tentang salah satu perangkat karya brand lokal, Axioo. Yeah, kami tahu. Mungkin yang pertama ada di fikiran sobat adalah: Mengapa harus Axioo? Apa hebatnya sih tuh brand? Enggak ada brand lain yang lebih baik dikit apa? Oke, oke. Kami akan menjawabnya. Lagi-lagi kami membahas tentang produk Axioo karena untuk yang satu ini, Axioo menghadirkan apa yang belum dihadirkan brand lain di Indonesia. Sebuah netbook hybrid/convertible dengan dual OS: Windows 8.1 + Android 4.4 Kitkat bernama Windroid 9G+.
DESAIN
Windroid 9G+ memiliki desain yang hampir sama dengan Acer One 10. Perangkat ini bisa menjadi tablet, sekaligus bisa menjadi netbook berkat docking keyboardnya. Windroid menggunakan magnet untuk mengunci tablet saat dipasang di keyboardnya. Sama seperti apa yang dilakukan Acer One 10. Penggunaan magnet tentu lebih simple daripada menggunakan model pengunci seperti pada Asus Transformer T100TAM.
Untuk material yang digunakan, terkesan begitu ringkih. Jauh berbeda saat memegang Acer One 10 yang terasa mantap. Well, perbedaan harga yang lumayan jauh tentu membuat perangkat ini lebih inferior. Sobat harus berhati-hati ketika memegang tablet ini karena kesan ringkih begitu terasa.
SPESIFIKASI
Windroid menggunakan prosesor Intel Atom QuadCore Z3735. Prosesor yang sama yang digunakan pada Acer One 10 dan Asus T100TAM. Prosesor tersebut masih ditemani dengan RAM 2GB. Sementara untuk penyimpanan, sangat mengecewakan. Karena Windroid hanya menggunakan penyimpanan internal sebesar 32GB, itupun terbagi dua untuk sistem Windows dan Android. Tentunya hal ini akan menyulitkan sobat ketikan ingin menginstall aplikasi tambahan ataupun menyimpan data. Opsi lainnya, sobat bisa menambahkan MicroSD external yang support sampai 128GB.
Untuk performanya sendiri, meskipun menggunakan prosesor yang sama dengan Acer One 10, kami tidak bisa mengatakan performanya sama. Terkadang, sistem mengalami hang dan lag. Ini hanya kami rasakan ketika kami menggunakan OS Windows 8.1. Sementara saat menggunakan Android, kami tidak menemui kendala yang berarti, mengingat spek Windroid 9G+ sudah sangat cukup untuk mejalankan sistem Android dengan mulus.
Pada saat sobat menyalakan Windroid, maka akan ada opsi untuk memilih OS Android atau Windows. Sementara untuk berpindah anatar OS, sobat harus me-reboot ulang Windroid. Aplikasi-aplikasi pihak ketiga sepeti AIMP, KMP, WinRAR, dsb berjalan dengan baik di OS Windows. Sementara sistem Android, banyak aplikasi-aplikasi dan game-game kelas menengah berjalan dengan baik.
Sementara untuk displaynya, Windroid memiliki layar 8,9". Dengan layar sebesar itu, sobat yang membutuhkan fleksibilitas tinggi, bisa membawanya dengan mudah. Sementara untuk sobat yang hobi nonton film, sepertinya layar sekecil itu kurang bersahabat.
KESIMPULAN
Pada dasarnya Windroid 9G+ adalah perangkat yang menarik. Mengingat Axioo berani membawa perangkat hybrid dual OS ke Indonesia. Satu hal yang belum dilakukan brand besar sekalipun. Dan itu terbukti menarik daya pikat konsumen di pameran CES 2015 yang dilaksanakan di Jogja kemarin, ada dua stand yang menawarkan live demo Windroid 9G+, yaiut stand Pitstop Computer da El's Computer. Cukup banyak konsumen yang penasaran dengan Windroid 9G+.
Satu hal yang belum bisa kami terima dari perangkat ini adalah keterbaasan internal storagenya yang hanya 32 GB. Kami sempat kesulitan menginstall berbagai macam aplikasi di Windows 8.1. Belum lagi jika sobat ingin menyimpan file-file hasil kerja sobat.
Mungkin Windroid memang diposisikan untuk sobat yang menggunakannya untuk kegiatan standard, seperti online di social media, mengetik, memutar musik, dsb. Dengan harga 2,9 jutaan, memang sobat tidak bisa berharap lebih dari perangkat ini.
Bagi sobat yang tinggal di Kota Jogja, sobat bisa mencoba perangkat ini di Windroid Zone di Jogjatronik Lt. 1 counter Pitstop Phone Center.
Review Axioo Windroid 9G+: Dual OS, Dual Fungsi
Posted by FakhriComputindo on Friday, November 13, 2015
Apa kabar Sobat Techno? Begitu lama FakhriComputindo absen menyuguhkan postingan-postingan kepada Sobat Techno semua. Meski postingan-postingan kami masih berantakan, tapi pasti Sobat rindu akan sajian informasi seputar dunia teknologi kami.
Sebelumnya maaf FakhriComputindo baru bisa hadir sekarang dikarenakan kesibukan admin yang luar biasa. Dan kini, kami akan membayar semuanya.
Oke, kali ini kami akan membahas tentang salah satu notebook gaming dari Asus. Yups, notebook ini datang dari keluarga 'Sang Raja', Republic of Gamers atau biasa dikenal dengan ROG. Mendengar kata notebook gaming apalagi ROG, pasti yang ada di fikiran Sobat adalah kata: Mahal. Ya, benar. Karena pada dasarnya kebutuhan gaming selalu seperti itu.
Nah kenapa kami memilih membahas seri GL552JX? karena menurut kami, seri ini adalah notebook gaming dengan harga yang tidak gila-gila amat, tetapi menjanjikan performa gaming yang mungkin bisa dikatakan lebih dari gila.
12 Juta. Memang bukanlah jumlah uang yang sedikit. Tapi untuk notebook sekelas ROG, tentu 12 Juta terdengar 'bersahabat'. Lantas apa saja senjata GL552JX?
Desain
GL552JX hadir dalam balutan desain khas ROG. Lengkap dengan logo ROG yang menyala di bagian belakang. Dan tentu saja body notebook ini menggunakan material metal. Jangan tanyakan soal bobot. Sobat tentu paham bahwa tidak ada notebook gaming dengan bobot ringan dan ukuran mungil. termasuk GL552JX. Ukuran dan desainnya tetap mengidentitaskan bahwa ini adalah notebook gaming. Dan ketika memakai notebook ini, semua orang akan tahu bahwa sobat sedang menggunakan ROG. Ya, meskipun dengan harga yang tergolong terjangkau untuk ukuran notebook gaming sekelas ROG, GL552JX tidak menghilangkan identitasnya sebagai salah satu keluarga ROG. Keyboard GL552JX sama seperti kebanyakan notebook gaming. Dengan backlight keyboard, semakin menambah sangar penampilan notebook ini.
Spesifikasi
Sekarang kita akan membahas jeroan notebook ini. GL552JX ditenagai oleh prosesor Intel Core i7-4750HQ dengan clock speed maximal mencapai 3,2GHz. Prosesor segahar itu masih ditemani oleh keberadaan RAM 4GB. dan untuk urusan pengolah grafis, Asus mempercayakan kepada nVidia GeFirce GTX950M dengan memory VGA sebesar 4GB. Untuk kebutuhan storage Asus membenamkan harddisk berkapasitas 1TB. GL552JX mempunyai bentang layar sebesar 15,6" dengan resolusi Full HD 1920x1080 pixel. GL552JX belum menyertakan sistem operasi. Jadi untuk bisa menggunakan notebook ini dengan maximal, sobat harus menginstall sendiri sistem operasinya.
Ya, memang. Dengan spek seperti itu, sobat masih bisa menjalankan game-game saat ini dengan settingan grafis maximal. Namun, harus diakui. Spesifikasi tersebut masih terdengar kalah gahar dengan notebook-notebook gaming lainnya. Well, perlu di ingat juga bahwa harga GL552JX 'hanya' 12 Jutaan. RoG GL552JX bisa dijadikan solusi bagi sobat yang ingin merasakan keganasan seri ROG dengan budget yang 'seadanya'.
Oke, cukup sekian info dari kami. Semoga bermanfaat, dan kami tunggu komentar brilian Sobat.
Unknown
October 27, 2015
New Google SEO
Bandung, IndonesiaSebelumnya maaf FakhriComputindo baru bisa hadir sekarang dikarenakan kesibukan admin yang luar biasa. Dan kini, kami akan membayar semuanya.
Oke, kali ini kami akan membahas tentang salah satu notebook gaming dari Asus. Yups, notebook ini datang dari keluarga 'Sang Raja', Republic of Gamers atau biasa dikenal dengan ROG. Mendengar kata notebook gaming apalagi ROG, pasti yang ada di fikiran Sobat adalah kata: Mahal. Ya, benar. Karena pada dasarnya kebutuhan gaming selalu seperti itu.
Nah kenapa kami memilih membahas seri GL552JX? karena menurut kami, seri ini adalah notebook gaming dengan harga yang tidak gila-gila amat, tetapi menjanjikan performa gaming yang mungkin bisa dikatakan lebih dari gila.
12 Juta. Memang bukanlah jumlah uang yang sedikit. Tapi untuk notebook sekelas ROG, tentu 12 Juta terdengar 'bersahabat'. Lantas apa saja senjata GL552JX?
Desain
GL552JX hadir dalam balutan desain khas ROG. Lengkap dengan logo ROG yang menyala di bagian belakang. Dan tentu saja body notebook ini menggunakan material metal. Jangan tanyakan soal bobot. Sobat tentu paham bahwa tidak ada notebook gaming dengan bobot ringan dan ukuran mungil. termasuk GL552JX. Ukuran dan desainnya tetap mengidentitaskan bahwa ini adalah notebook gaming. Dan ketika memakai notebook ini, semua orang akan tahu bahwa sobat sedang menggunakan ROG. Ya, meskipun dengan harga yang tergolong terjangkau untuk ukuran notebook gaming sekelas ROG, GL552JX tidak menghilangkan identitasnya sebagai salah satu keluarga ROG. Keyboard GL552JX sama seperti kebanyakan notebook gaming. Dengan backlight keyboard, semakin menambah sangar penampilan notebook ini.
Spesifikasi
Sekarang kita akan membahas jeroan notebook ini. GL552JX ditenagai oleh prosesor Intel Core i7-4750HQ dengan clock speed maximal mencapai 3,2GHz. Prosesor segahar itu masih ditemani oleh keberadaan RAM 4GB. dan untuk urusan pengolah grafis, Asus mempercayakan kepada nVidia GeFirce GTX950M dengan memory VGA sebesar 4GB. Untuk kebutuhan storage Asus membenamkan harddisk berkapasitas 1TB. GL552JX mempunyai bentang layar sebesar 15,6" dengan resolusi Full HD 1920x1080 pixel. GL552JX belum menyertakan sistem operasi. Jadi untuk bisa menggunakan notebook ini dengan maximal, sobat harus menginstall sendiri sistem operasinya.
Ya, memang. Dengan spek seperti itu, sobat masih bisa menjalankan game-game saat ini dengan settingan grafis maximal. Namun, harus diakui. Spesifikasi tersebut masih terdengar kalah gahar dengan notebook-notebook gaming lainnya. Well, perlu di ingat juga bahwa harga GL552JX 'hanya' 12 Jutaan. RoG GL552JX bisa dijadikan solusi bagi sobat yang ingin merasakan keganasan seri ROG dengan budget yang 'seadanya'.
Oke, cukup sekian info dari kami. Semoga bermanfaat, dan kami tunggu komentar brilian Sobat.



